Sabtu, 19 April 2014

GUARDIANS OF DIVERNIA

PROLOG
Jauh dibelahan bumi yang lain , dimensi  yang berbeda pula, sebuah Negeri yang indah, yang beratapkan Langit Biru cerah,berselimutkan awan putih, bermandikan cahaya matahari hangat, bumi yang beralaskan rumput hijau nan segar, pohon-pohon tertata rapi dengan lebat bagai pilar-pilar penyangga bumi, Kicauan burung menjadi alunan melodi yang indah ditelinga.
Mata air mengalir dengan tenang,mengalirkan kehidupan, Negeri yang sangat indah dan jauh lebih indah, DIVERNIA, nama Negeri itu disebut. Negeri yang penuh keanehan tapi menjadi kewajaran. Sebuah Negeri yang dipimpin oleh 2 kerajaan yang megah nan mewah. Shinetheria dan Darkwar, 2 kerajaan yang selalu bertukar pikiran untuk membahagiakan rakyat, 2 kerajaan yang terikat tali persaudaraan dari Nenek Moyang  , selalu memerintah dengan adil dan bijaksana.  Selama  beribu-ribu tahun Shinetheria  selalu menjadi yang No 1 dan Darkwar menjadi No 2.
Divernia  ,  Negeri yang bergantung  dengan kekuatan alam. Manusia yang mempunyai fisik yang lebih tangguh dari manusia biasa dan dianugrahkan dengan kekuatan Magic dan Alam.  Kekuatan magic didapat dari pengembangan Ilmu pengetahuan tapi kekuatan alam pada seseorang adalah bakat alami , anugrah yang sangat jarang dan dikagumi banyak orang.  Bakat alami yang hanya dimiliki beberapa orang dan hanya  dimiliki oleh gadis pilihan. Alam memilih tuannya sendiri, memilih dari berbagai kalangan.  Dan kekuatan alam itu dimiliki oleh 5 gadis tangguh nan cantik, mereka  adalah GUARDIANS. Guardians yang ditakdirkan  melindungi Divernia,  5 gadis dengan kekuatan yang saling melengkapi. Larisa, Viona, Aurel, Salsa, dan Gladis adalah 5 gadis Guardians yang senantiasa bersama melindungi Divernia dan berkat mereka Divernia menjadi Negeri yang indah nan tentram. Namun diantara kebahagiaan selalu ada kegelapan yang hadir. Darkwar menyebar penderitaan dan kesengsaraan ke seluruh pelosok Negeri Divernia.
 Langit biru cerah tak lagi  menampakkan diri. Raja Alberthus  memulai sengketa , ia bosan menjadi  No 2, ia ingin Negeri untuk –nya sendiri bersama Guardians dan pasukan Darkwar yang dilatih dan disiapkan secara diam-diam untuk berperang. Raja Shinetheria, Alberth membenci peperangan, ia tak ingin jatuh korban namun kebencian dan rasa haus akan kekuasaan telah merubah hati Raja Alberthus menjadi sekeras batu. Raja Albert tak punya pilihan, Divernia yang semula hijau dan indah kini telah  berubah menjadi lauran darah.  Rumah-rumah penduduk porak poranda.  Divernia diliputi penderitaan dan ketakutan, sekarang  kebahagian tak lagi bersisa.  Raja Albert menangis darah melihat negerinya.  Peperangan di menangkan oleh Darkwar ,  Raja Albert jatuh dari tahtanya diiringi isakan pilu dari dayang-dayang setia. Para Guardians Shinetheria  menghilang ditengah peperangan, begitupun dengan Guardians Darkwar seakan mereka menghilang  bagai ditelan bumi.
Sekarang Divernia dipimpin oleh Raja Alberthus  yang keji nan kejam. Sebagai tanda kemenangan, Raja Alberthus membakar tubuh  Raja Albert yang kini sudah tak bernyawa. Raja Alberthus tertawa penuh kemenangan tapi tawa itu hilang saat melihat senyum tipis Raja Albert yang membawa harapan dan harapan itu pun ikut terbakar dengan jasad Raja Albert kea lam baka. Harapan yang  akan menjadi harapan semua orang  dan menjadi setitik cahaya yang kelak akan dating dan membawa kembali cahaya Divernia dan menghancurkan Kegelapan.

Bersambung…