GUARDIANS OF DIVERNIA
PROLOG
Jauh
dibelahan bumi yang lain , dimensi yang
berbeda pula, sebuah Negeri yang indah, yang beratapkan Langit Biru
cerah,berselimutkan awan putih, bermandikan cahaya matahari hangat, bumi yang
beralaskan rumput hijau nan segar, pohon-pohon tertata rapi dengan lebat bagai
pilar-pilar penyangga bumi, Kicauan burung menjadi alunan melodi yang indah
ditelinga.
Mata
air mengalir dengan tenang,mengalirkan kehidupan, Negeri yang sangat indah dan
jauh lebih indah, DIVERNIA, nama Negeri
itu disebut. Negeri yang penuh keanehan tapi menjadi kewajaran. Sebuah Negeri
yang dipimpin oleh 2 kerajaan yang megah nan mewah. Shinetheria dan Darkwar, 2
kerajaan yang selalu bertukar pikiran untuk membahagiakan rakyat, 2 kerajaan
yang terikat tali persaudaraan dari Nenek Moyang , selalu memerintah dengan adil dan
bijaksana. Selama beribu-ribu tahun Shinetheria selalu menjadi yang No 1 dan Darkwar menjadi
No 2.
Divernia ,
Negeri yang bergantung dengan
kekuatan alam. Manusia yang mempunyai fisik yang lebih tangguh dari manusia
biasa dan dianugrahkan dengan kekuatan Magic dan Alam. Kekuatan magic didapat dari pengembangan Ilmu
pengetahuan tapi kekuatan alam pada seseorang adalah bakat alami , anugrah yang
sangat jarang dan dikagumi banyak orang.
Bakat alami yang hanya dimiliki beberapa orang dan hanya dimiliki oleh gadis pilihan. Alam memilih
tuannya sendiri, memilih dari berbagai kalangan. Dan kekuatan alam itu dimiliki oleh 5 gadis
tangguh nan cantik, mereka adalah
GUARDIANS. Guardians yang ditakdirkan
melindungi Divernia, 5 gadis
dengan kekuatan yang saling melengkapi. Larisa, Viona, Aurel, Salsa, dan Gladis
adalah 5 gadis Guardians yang senantiasa bersama melindungi Divernia dan berkat
mereka Divernia menjadi Negeri yang indah nan tentram. Namun diantara
kebahagiaan selalu ada kegelapan yang hadir. Darkwar menyebar penderitaan dan
kesengsaraan ke seluruh pelosok Negeri Divernia.
Langit biru cerah tak lagi menampakkan diri. Raja Alberthus memulai sengketa , ia bosan menjadi No 2, ia ingin Negeri untuk –nya sendiri
bersama Guardians dan pasukan Darkwar yang dilatih dan disiapkan secara
diam-diam untuk berperang. Raja Shinetheria, Alberth membenci peperangan, ia
tak ingin jatuh korban namun kebencian dan rasa haus akan kekuasaan telah
merubah hati Raja Alberthus menjadi sekeras batu. Raja Albert tak punya
pilihan, Divernia yang semula hijau dan indah kini telah berubah menjadi lauran darah. Rumah-rumah penduduk porak poranda. Divernia diliputi penderitaan dan ketakutan,
sekarang kebahagian tak lagi
bersisa. Raja Albert menangis darah
melihat negerinya. Peperangan di
menangkan oleh Darkwar , Raja Albert
jatuh dari tahtanya diiringi isakan pilu dari dayang-dayang setia. Para
Guardians Shinetheria menghilang
ditengah peperangan, begitupun dengan Guardians Darkwar seakan mereka
menghilang bagai ditelan bumi.
Sekarang
Divernia dipimpin oleh Raja Alberthus
yang keji nan kejam. Sebagai tanda kemenangan, Raja Alberthus membakar
tubuh Raja Albert yang kini sudah tak
bernyawa. Raja Alberthus tertawa penuh kemenangan tapi tawa itu hilang saat
melihat senyum tipis Raja Albert yang membawa harapan dan harapan itu pun ikut
terbakar dengan jasad Raja Albert kea lam baka. Harapan yang akan menjadi harapan semua orang dan menjadi setitik cahaya yang kelak akan
dating dan membawa kembali cahaya Divernia dan menghancurkan Kegelapan.
Bersambung…